Minggu, 02 Desember 2012

LAPORAN PENDAHULUAN Kanker Medula spinalis


A. DEFINISI

Kanker Medula spinalis adalah kanker yang berkembang dalam tulang belakang atau isinya dan biasanya menimbulkan gejala-gejala karena keterlibatan medula spinalis atau akar-akar saraf. Medula spinalis tidak hanya menderita akibat pertumbuhan kanker saja tapi juga akibat kompresi yang disebabkan oleh kanker/tumor.

Atau kanker yang berkembang dalamtulang belakang atau isinya dan biasanya menimbulkan gejala-gejalakarena keterlibatan medula spinalis atau akar-akar saraf.

B.ETIOLOGI

Ø Penyebab kanker Medula spinalis

a.Kanker Medula Spinalis Primer

Penyebab kanker medula spinalis primer sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Beberapa penyebab yang mungkin dan hingga saat ini masih dalam tahap penelitian adalah virus, faktor genetik, dan bahan-bahan kimia yang bersifat karsinogenik.

b.Kanker Medula Spinalis Sekunder

Adapun kanker sekunder (metastasis) disebabkan oleh sel-sel kanker yang menyebar dari bagian tubuh lain melalui aliran darah yang kemudian menembus dinding pembuluh darah, melekat pada jaringan medula spinalis yang normal dan membentuk jaringan tumor baru di daerah tersebut

C.KLASIFIKASI

Klasifikasi kanker medula spinalis

1.Kanker medula spinalis primer

Kanker medula spinalis primer dapat bersifat jinak maupun ganas.Kanker primer yang bersifat ganas contohnya astrositoma, neuroblastoma dan kordoma sedangkan yang bersifat jinak contonhya neurinoma, glioma dan ependimona (neoplasma yang timbul pada kanalis sentralis medula spinalis).

2.Kanker medula spinalis sekunder

Kanker medula spinalis sekunder selalu bersifat ganas karena merupakan metastatis dari proses keganasan di tempat lain seperti kanker paru-paru, kanker payudara, kelenjar prostat, ginjal, kelenjar tiroid atau limfoma.









D. PATOFISIOLOGI

Kanker medulla spinalis baik primer maupun sekunder menyebabkan kompresi medulla spinalis, akar-akar syaraf serta kandungan intracranial, sehingga terjadi kelemahan sensoris maupun motoris tergantung pada letak lesi.

Tanda dan gejala lesi akar syaraf :

a. Lesi pada daerah servikal menyebabkan kelemahan dan atrofi lengan bahu,kelemahan sensoris dan motoris berupa hiperestesia dalam dermatom vertebra servikalis (C2).Tumor pada servikal (C5, C6, C7) menyebabkan hilangnya refleks tendon ekstremitas atas, kompresi C6 menyebabkan defisit sensorik, pada C7 menyebabkan hilangnya sensorik jari telunjuk dan jari tengah

b. Lesi pada daerah thorakal menyebabkan kelemahan spastik pada ekstremitas bagian bawah dan parestesia serta menyebabkan nyeri pada dada dan abdomen

c. Lesi pada lumbal bagian bawah dan segmen-segmen sakral bagian atas menyebabkan kelemahan dan atrofi otot-otot perineum betis dan kaki serta kehilngan refkleks pergelangan kaki serta hilangnya sensasi daerah perianal dan genitalia, gangguan kontrol usus dan kandung kemih akibat lesi pada sakral bagian bawah

d. Lesi kauda ekuina menyebabkan gejala-gejala sfingter dini dan impotensi. Tanda – tanda khas lainnya adalah nyeri tumpul pada sakrum atau perineum, yang kadang-kadang menjalar ke tungkai .

E.MANIFESTASI KLINIS

1. Gejala pertama umumnya berupa nyeri yang menetap dan terbatas pada daerah tumor. Diikuti oleh nyeri yang menjalar menurut pola dermatom.

2. Nyeri setempat ini paling hebat terjadi pada malam hari dan menjadi lebih hebat oleh gerakan tulang belakang.

3. Nyeri radikuler diperberat oleh batuk dan mengejan.

4. Nyeri dapat berlangsung selama beberapa hari atau bulan sebelum keterlibatan medula spinalis.

5. Fungsi medula spinalis akan hilang sama sekali.

6. Kelemahan spastik dan hilangnya sensasi getar.

7. Parestesi dan defisit sensorik akan berkembang cepat menjadi paraplegia yang ireverssibel.

8. Gangguan BAB dan BAK.





F.PEMERIKSAAN PENUNJANG

1. Radiogram tulang belakang

Sebagian besar penderita tumor akan memperlihatkan osteoporosis atau kerusakan nyata pada pedikulus dan korpus vertebrae.

2. MielogramUntuk memastikan letak tumor.

3. CT-Scan Resolusi Tinggi.

4. CSF memperlihatkan kadar protein yang meningkat dan kadar glukosa yang normal.



G.INTERVENSI

a. Tumor Ekstradural

- Analgetik

- Kortikosteroid

- Terapi radiasi

- Kemoterapi

- Terapi hormonal

b. Tumor Intradural

- Pembedahan

- Pengangkatan tumor intramedular terutama pada ependimoma dan hemangioblastoma





Pemeriksaan Diagnostik

Pemeriksaan diagnostik secara umum dapat dilakukan :

a. Pemeriksaan sinar X

b. CT. Scan

c. MRI

d. Analisa Gas Darahe. Elektrolit

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar