Senin, 27 Februari 2012
Kamis, 23 Februari 2012
Pedoman untuk mencegah tekanan darah tinggi
1. Batas rendah untuk tekanan darah tinggi adalah 160/90 mmHg walalupun tingkat ini belum memerlukan pengobatan, tetapi sebaiknya diturunkan menjadi 140/90 mmHg.2. Seseorang yang berumur lebih dari 40 tahunsebaiknya sering memeriksa tekakan darah.3. Jaga kondisi badan agar tetap optimal serta pengaturan berat badan yang ideal.4. Atur kehidupan dengan baik supaya tidak tergesa – gesa dan berpengaruh pada emosi.5. Menghindari resiko penyakit tekanan darah tinggi misalnya : merokok, kolesterol dan kegemukan.6. Bagi orang yang telah terkena tekanan darah tinggi sebaiknya sering konsultasi dengan doter atau ahli medis lainnya.
Tingkatan Hipertensi
1. Hipertensi ringan : dengan diastolic menetap rata-rata antara 90 – 104 mmHg pada 3 kali pengukuran atau lebih.2. Hipertensi sedang : dengan diastolic menetap rata-rata antara 105 - 114 mmHg pada 3 kali pengukuran atau lebih.3. Hiperensi bera : dengan diastolic menetapa antara 115 – 129 mmHg.4. Hipertensi maglima : bila tekanan diastolic 130 mmHg atau lebih.
Kelainan – kelainan kulit
|
1. Macula
|
Bercak datar berwarna kemerahan ukuran tidak lebih dari 1 cm.
|
|
2. Erythema
|
Bercak kemerahan dengan ukuran lebih dari 1 cm.
|
|
3. Papula
|
Luka kulit yang lebih menonjol dari daerah sekitarnya. Ex : gigitan nyamuk
|
|
4. Vesikula
|
Tonjolan berisi cairan yang jernih. Ex : cacar air, luka bakar.
|
|
5. Pustula
|
Tonjolan berisi cairan nanah. Ex : jerawat.
|
|
6. Ulkus
|
Luka akibat pecahnya pustula/vesikula.
|
|
7. Crusta
|
Ciran darah yang mengerin g. ex : darah, nanah.
|
|
8. Ekscoriasi
|
Pengelupasan epidermis pada waktu luka.
|
|
9. Fissura
|
Robekan jaringan di kulit.
|
|
10. Cicatrik
|
Pembentukan jaringan ikat setelah penyembuhan luka.
|
|
11. Ptecie
|
Bercak perdarahan di epidermis kulit berukuran kurang dr 1 cm.
|
|
12. Hematoma
|
Perdarahan di bawah kulit berukuran lebih dari 1 cm umumnya berwarana
merah, biru dan ungu.
|
|
13. Naevus
pigmentosus
|
Hiperpigmentasi yang memiliki batas yang sangat jelas. Ex : tahi
lalat.
|
|
14. Hiperpigmentasi
|
Warna kulit yang lebih tua dibandingkan dengan daerah di sekitarnya.
|
|
15. Vitiligo/hipopigmentasi
|
Warna kulit yang kurang berpigmen dari pada daerah sekitarnya.
|
|
16. Tattoo
|
Hiperpigmentasi buatan.
|
|
17. Hemangioma
|
Bercak kemerahan akibat pelabaran pembuluh darah setempat.
|
|
18. Spider
naevi
|
Pelebarah pembuluh daraharteriole di kulit yang memiliki bentuk
seperti jarring laba – laba.
|
|
19. Lichenifikasi
|
Penebalan epidermis kulit.
|
|
20. Striae
|
Garis putih pada daerah lipatan perut wanita hamil atau orang gemuk.
|
|
21. Uremic
frost
|
Seperti Kristal hallus akibat penguapan keringat.
|
|
22. Anemic
|
Pucat biasanya dilihat pada palpebral
|
|
23. cyanosis
|
Warna kulit kebiruan akibat kekurangan oksigen akakkn Nampak pada
bibir dan kuku (melalui crt). Pada penderita penyakit jantun g dan paru.
|
|
24. Icterus
|
Warna kekuning kuningan pada kulit bisa juga ditemkan pada skera
akibat dari bercampurnya bilirubin pada aliran darah.
|
Langganan:
Postingan (Atom)